CRIMSON BREAKING DESKCepat. Tegas. Terverifikasi.
BREAKING
Pemblokiran Gerbang PT Agro Murni Dinilai Ganggu Investasi, ini Kata Kuasa Hukum Koperasi SSMSLeton Coffee Beroperasi di Taman Lalu Lintas, Izin dan Status Lahannya DipertanyakanPasca Wafatnya Ketua DPC, DPP KAI Tunjuk Yasman Pimpin KAI DumaiGudang Dugaan Ilegal Menjamur di Tengah Kota, DPRD Dumai Didesak Jalankan Fungsi PengawasanHeboh Kabar Wali Kota Terseret Kasus Dugaan Penipuan, Ini Penjelasan Polda RiauDugaan Material Gelap untuk Penimbunan Lahan, DPK ALUN Minta Wilmar Buka DataJonatan Ginting Sampaikan Selamat HUT ke-81 TNI: Profesional, Tangguh dan Dekat dengan RakyatTekan Risiko Kecelakaan Kerja, Pelindo Dumai Perkuat Kompetensi Operator Bongkar MuatTruk Bertonase Besar Masuk Kota Tengah Malam, Bongkar Muat di Ruko Diduga Gudang DisorotDari Kampung hingga Istana, Bupati Siak Paparkan Strategi Pencegahan Karhutla

Perkuat Budaya Keselamatan, Pelindo Dumai Gelar Safety Induction Batch 6

Perkuat Budaya Keselamatan, Pelindo Dumai Gelar Safety Induction Batch 6
Foto: ist

KABARPESISIR.CO.ID, DUMAI — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui anak usahanya, Pelindo Multi Terminal (PMT) Branch Dumai, terus memperkuat penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan operasional pelabuhan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Safety Induction Batch 6 yang diikuti 70 Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Dumai. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Pelindo Regional 1 Dumai, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Deputy Branch Manager Perencanaan dan Pengendalian Operasi Branch Dumai PT Pelindo Multi Terminal, Said Razif Fadillah.

Safety Induction merupakan bagian dari upaya Pelindo memastikan seluruh mitra kerja dan tenaga kerja yang beraktivitas di kawasan operasional pelabuhan memiliki pemahaman yang memadai mengenai aspek keselamatan kerja.

Selain memberikan pemahaman mengenai ketentuan dan tata tertib keselamatan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran tenaga kerja terhadap berbagai potensi risiko dan bahaya yang dapat terjadi selama menjalankan aktivitas di area pelabuhan.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai prosedur keselamatan kerja, potensi bahaya di lingkungan operasional, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), hingga pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko blind spot.

Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga keselamatan diri, rekan kerja, serta lingkungan kerja selama menjalankan aktivitas bongkar muat.

Said Razif Fadillah menegaskan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan operasional pelabuhan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas operasional. Melalui Safety Induction ini, kami berharap seluruh tenaga kerja dapat memahami risiko pekerjaan dan menjalankan aktivitas sesuai dengan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan,” ujar Said.

Menurutnya, pemahaman terhadap prosedur keselamatan menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus mendukung kelancaran operasional pelabuhan.

Program Safety Induction tersebut dijadwalkan berlangsung dalam 10 batch sehingga dapat menjangkau seluruh TKBM yang beraktivitas di Pelabuhan Dumai.

Melalui program tersebut, Pelindo Multi Terminal Branch Dumai mendorong penguatan budaya Safety First sebagai bagian penting dalam mewujudkan kegiatan operasional pelabuhan yang aman, produktif, dan berkelanjutan. (adv)

 

Tag berita