CRIMSON BREAKING DESKCepat. Tegas. Terverifikasi.
BREAKING
Pemblokiran Gerbang PT Agro Murni Dinilai Ganggu Investasi, ini Kata Kuasa Hukum Koperasi SSMSLeton Coffee Beroperasi di Taman Lalu Lintas, Izin dan Status Lahannya DipertanyakanPasca Wafatnya Ketua DPC, DPP KAI Tunjuk Yasman Pimpin KAI DumaiGudang Dugaan Ilegal Menjamur di Tengah Kota, DPRD Dumai Didesak Jalankan Fungsi PengawasanHeboh Kabar Wali Kota Terseret Kasus Dugaan Penipuan, Ini Penjelasan Polda RiauDugaan Material Gelap untuk Penimbunan Lahan, DPK ALUN Minta Wilmar Buka DataJonatan Ginting Sampaikan Selamat HUT ke-81 TNI: Profesional, Tangguh dan Dekat dengan RakyatTekan Risiko Kecelakaan Kerja, Pelindo Dumai Perkuat Kompetensi Operator Bongkar MuatTruk Bertonase Besar Masuk Kota Tengah Malam, Bongkar Muat di Ruko Diduga Gudang DisorotDari Kampung hingga Istana, Bupati Siak Paparkan Strategi Pencegahan Karhutla

Risiko Kerja Jadi Perhatian,

Pelindo Dumai Bekali 70 TKBM dengan Prosedur K3

Pelindo Dumai Bekali 70 TKBM dengan Prosedur K3
Foto: Ist

 

KABARPESISIR.CO.ID, DUMAI -- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Pelindo Multi Terminal (PMT) Branch Dumai kembali memperkuat komitmennya dalam membangun budaya keselamatan kerja di lingkungan operasional pelabuhan. Sebanyak 70 Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Dumai mengikuti kegiatan Safety Induction Batch 3 yang digelar di Ruang Rapat Pelindo Regional 1 Dumai, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Deputy Branch Manager Perencanaan dan Pengendalian Operasi Branch Dumai PT Pelindo Multi Terminal. Safety Induction menjadi bagian penting dari upaya Pelindo memastikan setiap tenaga kerja maupun mitra kerja yang beraktivitas di kawasan pelabuhan memahami dan menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman mengenai ketentuan keselamatan kerja, tata tertib dan prosedur keselamatan di lingkungan operasional pelabuhan, potensi bahaya, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), hingga kewaspadaan terhadap risiko blind spot yang dapat muncul selama aktivitas bongkar muat berlangsung.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menjaga keselamatan diri, rekan kerja, fasilitas, serta lingkungan kerja di kawasan operasional pelabuhan.

Deputy Branch Manager Perencanaan dan Pengendalian Operasi Branch Dumai PT Pelindo Multi Terminal menegaskan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas kepelabuhanan.

Karena itu, setiap tenaga kerja yang menjalankan aktivitas di lingkungan pelabuhan dituntut memiliki pemahaman yang memadai terhadap prosedur keselamatan serta menjadikan aspek K3 sebagai prioritas dalam setiap pekerjaan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas operasional. Melalui Safety Induction ini, kami berharap seluruh tenaga kerja dapat memahami risiko pekerjaan dan menjalankan aktivitas sesuai dengan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Kegiatan Safety Induction Batch 3 diikuti secara antusias oleh 70 TKBM Pelabuhan Dumai. Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dalam 10 batch, sehingga seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam aktivitas operasional pelabuhan mendapatkan pemahaman dan standar keselamatan yang sama.

Pelaksanaan program secara berkelanjutan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran tenaga kerja terhadap potensi risiko kecelakaan sekaligus memperkuat budaya kerja yang mengedepankan keselamatan.

Melalui Safety Induction, Pelindo Multi Terminal Branch Dumai menegaskan bahwa penerapan prinsip “Safety First” bukan sekadar prosedur, melainkan bagian integral dari setiap aktivitas operasional.

Dengan meningkatnya pemahaman dan kepatuhan terhadap standar K3, lingkungan kerja di kawasan Pelabuhan Dumai diharapkan semakin aman, tertib, produktif, dan mampu mendukung kelancaran kegiatan operasional kepelabuhanan. (adv)






 

Tag berita